Rabu, 02 November 2011

MANAJEMEN KOLEKSI (COLLECTION MANAGEMENT) KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

A.      PENDAHULUAN
Setiap perpustakaan tentunya mempunyai visi yang berbeda, namun dapat dipastikan bahwa perpustakaan itu dikatakan berhasil bila banyak digunakan oleh komunitasnya. Salah satu aspek penting untuk membuat perpustakaan itu banyak digunakan adalah ketersediaan koleksi yang memenuhi kebutuhan penggunanya. Oleh karena itu tugas utama setiap perpustakaan adalah membangun koleksi yang kuat demi kepentingan pengguna perpustakaan. Pustakawan yang diberi tugas di bidang pengembangan koleksi, harus tahu betul apa tujuan perpustakaan tempat mereka bekerja dan siapa penggunanya, serta apa kebutuhannya.Perpustakaan Perguruan Tinggi  diharapkan sebagai media pendidikan, rekreasi, penelitian, pemanfaatan teknologi informasi dan sumber informasi.
Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai unsur penunjang Perguruan Tinggi merupakan sumber belajar para civitas akademika, oleh karena itu koleksi yang tersedia hendaknya koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi .
Kebijakan pengembangan   koleksi  merupakan salah satu kegiatan terpenting dalam perpustakaan. Pengadaan koleksi yang lazim dilakukan sebelum era digital menitik beratkan pada “perkembangan koleksi” atau ”collection development”, tapi pada era digital pengadaan koleksi lebih kearah “manajemen koleksi” atau ”collection anagement”.Pengembangan kolek meliputi seleksi dan pengadaan bahan-bahan pustaka berdasarkan kebutuhan pengguna saat ini dan dimasa mendatang. Tetapi manajemen koleksi, lebih dari sekedar membangun atau meningkatkan jumlah koleksi saja. Manajemen koleksi juga mengatur penggunaan koleksi, cara penyimpanan, cara mengorganisasi dan membuatnya mudah diakses oleh pengguna. Manajemen koleksi  yang meliputi  kebijakan pengembangan koleksi, seleksi, pengadaan, penyiangan, dan evaluasi pendayagunaan sumber-sumber informasi yang dapat mencerminkan koleksi yang sesuai dengan bidang dan minat masyarakat pengguna.
Dalam makalah ini penulis mencoba membahas, kebijakan pengembangan koleksi ,metode dan kriteria seleksi, alat-alat bantu seleksi baik yang konvensional maupun berbasis internet, prosedur dan strategi pengadaan, metode serta kriteria penyusutan koleksi, teknik-teknik evaluasi koleksi, kebebasan intelektual, dan preservasi koleksi.


B. PENGERTIAN
Manajemen berasal dari kata  kerja  to manage (bahasa Inggris)  artinya mengelola, memimpin, mengurus. Manajemen mempunyai pengertian yang berbeda-beda namun secara umum manajemen adalah kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan cara-cara pemikiran yang ilmiah maupun praktis dengan pemanfaatan semua faktor dan sumber daya,menurut suatu perencanaan (planning) diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu tujuan kerja tertentu dengan cara yang setepat-tepatnya.
Manajemen yang berhubungan dengan perpustakaan berarti segala kegiatan perpustakaan yang diatur dengan menggunakan perencanaan matang untuk mendukung dan mencapai tujuan bersama yang sudah digambarkan dalam visi dan misi perpustakaan. Perpustakaan secara umum mempunyai aktivitas yang komplek mulai dari pengaadaan koleksi, pengolahan koleksi dan penyebaran informasi,yang masing-masing aktivitas ini harus di atur secara detail dan jelas, hal ini untuk memudahkan koordinasi penyebaran informasi kepada pengguna.
Koleksi merupakan kumpulan buku-buku atau bahan-bahan lainnya yang dihimpun oleh seseorang atau lembaga.
 “Manajemen Koleksi” adalah istilah yang digunakan untuk menggantikan Pengembangan Koleksi.Istilah ini  dipakai untuk menggantikan istilah pekembangan koleksi di era digital.
Manajemen Koleksi adalah pengorganisasian dan pembinaan yang mencakup prinsip-prinsip pengembangan koleksi, pemenuhan kebutuhan-kebutuhan para pengguna sebagai tujuan utama, mengusahakan cara alternatif pemerolehan dokumen dan informasi guna melengkapi koleksi yang telah ada ( Ray.Harrod’s Prytherch, (1995) Librarian Glossary : 146)
Manajemen Koleksi melibatkan serangkaian proses – yang menjadi lebih efisien dengan adanya teknologi komputer dan komunikasi – yang menghimpun informasi, mengkoordinasikan komunikasi, menyusun kebijakan, evaluasi dan perencanaan
Pengembangan koleksi adalah suatu istilah yang digunakan secara luas di dunia perpustakaan untuk menyatakan bahan koleksi apa saja yang harus diadakan di perpustakaan. Sebelumnya muncul istilah seleksi buku, buku dalam pengertian yang lebih luas yang mencakup monografi, majalah, bahan mikro dan jenis bahan pustaka lainnya.
Menurut ALA Glossary of Library and Information Science (1983) pengembangan koleksi merupakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan penentuan dan koordinasi kebijakan seleksi, menilai kebutuhan pemakai, studi pemakaian koleksi, evaluasi koleksi, identifikasi kebutuhan koleksi, seleksi bahan pustaka, perencanaan kerjasama sumberdaya koleksi, pemeliharaan koleksi dan penyiangan koleksi perpustakaan.        
Sedangkan menurut Prof DR Sulistyo Basuki pengertian pengembangan koleksi lebih ditekankan pada pemilihan buku. Pemilihan buku artinya memilih buku untuk perpustakaan. Pemilihan buku berarti juga proses menolak buku tertentu untuk perpustakaan. Selanjutnya pengertian pengembangan koleksi mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan bidang kepustakawanan. Pengembangan koleksi, seleksi dan pengadaan menjadi istilah-istilah yang saling melengkapi.
Pengembangan Koleksi adalah serangkaian proses atau kegiatan yang bertujuan mempertemukan pembaca/pengguna dengan sumber-sumber informasi dalam lingkungan perpustakaan atau unit informasi yang mencakup kegiatan penyusunan kebijakan pengembangan koleksi, pemilihan, pengadaan, pemeliharaan dan promosi, penyiangan, serta evaluasi pendayagunaan koleksi.(G. Edward Evans, Developing Library and Information Center Collections, 1995:17)
C.    KONSEP-KONSEP MANAJEMEN KOLEKSI
a.     Kebijakan pengembangan koleksi
Eward Evans  memberikan batasan istilah “collection development” sebagai suatu proses untuk mengetahui peta kekuatan dan kekurangan atau kelemahan koleksi perpustakaan, sehingga dengan demikian akan tercipta sebuah planning untuk memperbaiki peta kelemahan tadi dan mempertahankan kekuatan koleksi. Dia menambahkan bahwa, “collection developmet is a ‘written statement’ of that plan, providing details for guidance of the library staff”. Karena pengembangan koleksi merupakan statemen tertulis, maka tentunya harus berupa sebuah dokumen. Dokumen itu akan berisi rincian rencana kegiatan dan segala informasi yang digunakan oleh pustakawan sebagai dasar dalam berfikir dan menentukan kebijaksanaan saat mengembangkan koleksi perpustakaannya. Dokumen ini digunakan sebagai tempat untuk berkonsultasi saat pustakawan akan menentukan bidang-bidang koleksi apa yang akan dibeli dan berapa banyak untuk masing-masing bidang itu
Berdasarkan hasil penelitian, pustakawan akan dapat mengevaluasi ulang, merevisi atau menyusun kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan layanannya kepada pemakai. Salah satu kebijakan penting yang harus dimiliki oleh perpustakaan adalah kebijakan pengembangan koleksi.

Fungsi kebijakan pengembangan koleksi ini adalah:
1. Pedoman bagi selektor
2.Sarana komunikasi: memberitahu pemakai mengenai cakupan dan ciri-ciri koleksi yang telah ada dan rencana pengembangannnya
3.Sarana perencanaan baik perencaan anggaran maupun pengembangan koleksi
4.Membantu menetapkan metode penilaian bahan
5.Membantu memilih metode pengadaan
6.Membantu menghadapi masalah sensor
7.Membantu perencaan kerjasama
8Membantu identifikasi bahan yang perlu dipindahkan ke gudang atau dikeluarkan dari koleksi (evaluasi)
Isi kebijakan:
Dimulai dengan penjelasan singkat mengenai visi, misi perpustakaan dan sasaran yang ingin dicapai, deskripsi singkat tentang masyarakat yang dilayani dan koleksi yang telah ada. Dilanjutkan dengan:
1.Penjelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan perpustakaan dan siapa yang diberi wewenag untuk seleksi
2.Metode pemilihan, pengaturan anggaran, komposisi masyarakat yang dilayani dan prioritas (jika ada), dan informasi lain yang dianggap perlu, misalnya:
a. Pedoman dan kriteria seleksi
b.Daftar timbangan buku (review) atau tipe timbangan buku yang digunakan untuk seleksi.
3.Masalah-masalah khusus, mis: bahan yang tidak dikoleksi, jumlah eksemplar/judul, penjilidan, penggantian bahan yang hilang, dll.
4.Penjelasan mengenai komposisi koleksi yang akan dikembangkan, dibagi atas bidang subjek dan keterangan mengenai prioritas. Tiap bidang subjek disarankan dirinci sbb :
 a. tingkat kedalaman/kelengkapan
-  koleksi yang sudah ada
- penambahan yang sedang berjalan
-penambahan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat  dan/atau program yang ada
a. Bahasa
b. Cakupan periode
c. Cakupan geografis
e.Format yang akan dibeli/tidak dibeli
f.Siapa yang bertanggungjawab atas seleksi
5. Bahan berbahasa asing
6.Jenis bahan perpustakaan berdasarkan format, definisi tiap jenis dan kategorinya, keterangan mana yang dibeli dan mana yang tidak, pentingnya bahan tersebut bagi koleksi atau pemakai
7. Penanganan hadiah
8.Pinjam antar perpustakaa, jaringan dan bentuk kerjasama lain yang berpengaruh pada pengembangnan koleksi
9. Kriteria dan cara penyiangan
10.Sikap perpustakaan terhadap sensor dan masalah lain yang berkaitan dengan     kebebasan intelektual (intellectual freedom)
Tujuan Pengembangan Koleksi
Dalam buku pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (1994 : 30 ) menyatakan ”Tujuan pengembangan koleksi perpustakaan perlu dirumuskan dan sesuaikan dengan kondisi serta kenyataan yang ada di perguruan tinggi agar perpustakaan dapat secara berencana mengembangkan koleksinya. ”Sulistyo-Basuki (1992 : 14 ) menyatakan untuk menilai apakah bahan pustaka berkualitas atau tidak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
 a)Membandingkan koleksi perpustakaan sesuai standar yang ditebitkan.
b)Membandingkan koleksi perpustakaan dengan koleksi perpustakaan sejenis terutama dengan perpustakaan sejenis yang besar.
c) Melakukan kajian berapa banyak koleksi yang digunakan.
d) Minat bantuan pakar untuk menila koleksi yang ada sesuai dengan bidang spesialis masing-masing.
Menurut Sulistyo Basuki petugas/personil dalam pengembangan koleksi perpustakaan haruslah orang yang menguasai subjek dan mengetahui buku serta kebutuhan pembaca. Untuk dapat menjadi pemilih buku yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Menguasai sarana bibliografis yang tersedia, paham akan dunia penerbitan khususnya mengenai penerbit, spesialisasi para penerbit, kelemahan mereka, standar, hasil terbitan yang ada selama ini.
2. Mengetahui latar belakang para pemakai perpustakaan, misalnya siapa saja yang menjadi anggota, kebiasaan membaca anggota, minat dan penelitian yang sedang dan telah dilakukan, berapa banyak mereka menggunakan perpustakaan.
3. Memahami kebutuhan pemakai
4. Hendaknya personil pemilihan buku bersikap netral, tidak bersikap mendua, menguasai informasi, dan memiliki akal sehat dalam pemilihan buku .
 5Pengetahuan mendalam mengenai koleksi perpustakaan
6.Mengetahui buku melalui proses membuka-buka buku ataupun melalui proses membaca.

  1. Seleksi
Tahapan seleksi bahan pustaka dilakukan untuk keberhasilan kegiatan pengembangan koleksi. Seleksi bahan pustaka merupakan langkah penting untuk menciptakan mutu koleksi yang memiliki kualitas.
Menurut Soedibyo (1998 : 301), menyatakan bahwa ”Book selection”adalah seleksi pemilihan atas buku-buku yang diambil serta diyakini akan berguna dan tempat bagi perpustakaan dimana kita bertugas.”
Seleksi bahan pustaka dilakukan dengan pemilihan bahan pustaka yang akan dilayani untuk pengguna dengan pemilihan bahan pustaka. Koleksi yang dilayanankan harus diseleksi apakah sesuai dengan pengguna. Ketetapan pemilihan koleksi ditentukan oleh beberapa prinsip penyeleksian bahan pustaka, antara lain :
1) Pemilihan bahan pustaka yang tepat untuk pengguna perpustakaan
2) Permintaan pengguna
3) Pemilihan bahan pustaka harus benar-benar dapat mengembangkan dan memperkaya pengetahuan pengguna.
4) Setiap bahan pustaka harus dibina berdasarkan rencana tertentu.
Selain alat bantu yang disebut di dalam kutipan di atas. Alat bantu lain yang juga dapat dijadikan acuan dalam seleksi adalah brosur buku dari penerbitan, resensi buku dan majalah, surat kabar, dan media lain. Tim seleksi (selector) tinggal melihat alat bantu mana yang sesuai dengan kebutuhan agar mekanisme kerja maksimal.
Menurut Siregar (1998 : 6) dalam melaksanakan seleksi bahan pustaka hendaknya memperhatikan pedoman dalam penentuan kebijakan pengembangan koleksi, antara lain :
a)    Relevansi (kesesuaian) Pemilihan dan pengadaan bahan pustaka terkait dengan kepuasan pengguna yang direlevansi dengan kebutuhan pengguna.
b)    Kelengkapan. Koleksi perpustakaan tidak hanya terdiri dari buku-buku teks saja tetapi juga menyangkut bidang ilmu lain yang berkaitan dengan bahan penelitian.
c) Kemuktahiran.  Perpustakaan harus selalu mengadakan pemburuan dalam koleksi, sehingga informasi yang disajikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sebagai contoh kemuktahiran koleksi tersebut dapat dilihat dari tahun terbit.
d) Kerjasama. Perlunya kerjasama yang baik dan harmonis sehingga pelaksanaan kegiatan pengembangan koleksi berjalan dengan baik. Dalam kerjasama ini melibatkan beberapa pihak yang berkompeten agar koleksi yang disajikan dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
e) Alat bantu seleksi. Untuk memudahkan mengetahui informasi koleksi secara lengkap hendaknya pemilihan koleksi menggunakan alat bantu yang tepat. Setelah kebijakan pengembangan koleksi ditetapkan, perpustakaan dapat melakukan proses pemilihan. Proses pemilihan (siapa yang memilih dan bagaimana cara pemilihannya) sangat bergantung pada jenis perpustakaan,seleksi bukan hanya identifikasi bahan pustaka yang tepat/sesuai, tetapi juga memutuskan antara bahan pustaka yang mendasar (esensial), penting, dibutuhkan, tebal atau tipis, bagus, atau mewah
Kebijakan seleksi merupakan proses perencanaan dan pengambilan keputusan. pengembangan koleksi mengenai pedoman untuk memilih bahan pustaka yang akan ditambahkan pada koleksi.
.
  1. Pengadaan
Pengadaan merupakan proses pengadaan bahan pustaka melalui pembelian, hadiah, atau tukar menukar. Keterlibatan pemakai sangat sedikit, bahkan tidak ada sama sekali.
Pengadaan atau akuisisi koleksi bahan pustaka merupakan proses awal dalam mengisi perpustakaan dengan dumber-sumber informasi bagi perpustakaan yang baru dibentuk atau didirikan, kegiatan ini meliputi pekerjaan penentuan kriteria pembentukan koleksi awal. Untuk perpustakaan yang sudah berjalan, kegiatan pengadaan untuk menambah dan melengkapi koleksi yang sudah ada.

Untuk melakukan kegiatan pengadaan bahan pustaka maka perpustakaan dapat menetapkan metode dalam memperluas koleksi, baik dengan metode pembelian, pemesanan, hadiah, sumbangan,titipan, atau tukar-menukar.

a.     Pembelian
      Pengadaan bahan pustaka yang di peroleh melalui transaksi jual beli. Perpustakaan bisa membuat daftar pesanan bahan pustaka pada agen dan penerbit. Selain itu pustakawan juga dapat terjun langsung ke toko buku untuk melihat koleksi yang benar-benar dapat bermanfaat bagi pengguna.
b.     Hadiah
      Pengadaan bahan pustaka yang dapat menguntungkan bagi perpustakaan, karena perpustakaan tidak perlu mengeluarkan dana untuk memperoleh bahan pustaka. Sehingga perolehan bahan pustaka melalui hadiah dapat menghemat anggaran dana di suatu perpustakaan dalam penerimaan hadiah tim seleksi (selector) juga harus tanggap terhadap hadiah yang masuk menjadi koleksi perpustakaan. Hal tersebut sangat di perlukan karena mencegah hadiah yang informasinya sudah tidak muktahir untuk dijadikan koleksi perpustakaan biasanya di peroleh melalui :
•Promosi penerbit pada    perpustakaan
• Lembaga pendidikan
•Lembaga pemerintahan dan swasta
• Sumbangan luar negeri
• Hadiah perorangan
  c. Titipan.
Koleksi yang berasal dari perorangan atau lembaga yang menitipkan koleksinya pada perpustakaan. Perolehan koleksi terjadi tanpa terencena sehingga perlu seleksi yang benar terhadap koleksi. Perpustakaan harus memperhatikan koleksi yang dititipkan, jangan  sampai perpustakaan menambah biaya operasional perawatan koleksi karena kondisi yang telah usang.
d. Tukar-menukar
Pengadaan bahan pustaka ini dilakukan secara terencana karena biasanya pertukaran dilakukan adanya kerjasama antar perpustakaan. Pertukaran bahan pustaka dapat dilakukan apabilah perpustakaan memiliki jumlah eksemplar yamg terlalu banyak dan sejumlah koleksi yang tidak dapat diperlukan lagi tetapi dibutuhkan oleh perpustakaan lain. Proses tukar-menukar sangat jarang dilakukan bila dibandingkan dengan pengadaan bahan pustaka dengan cara pembelian, hadiah dan sumbangan.
e. Terbitan Berseri
Tidak semua dapat menerbitkan bahan pustaka sendiri. Jenis perpustakaan pendidikan seperti perpustakaan yang sering menerbitkan bahan pustaka sendiri. Perpustakaan tersebut mengumpulkan hasil karya mahasiswa seperti : skripsi, hasil penelitian, dan hasil karya lainnya.
f. Weeding
Weeding atau penyiangan adalah salah satu bagian yang penting dalam kegiatan perpustakaan apabila tidak menginginkan koleksinya hanya merupakan tumpukan materi yang pernah diterbitkan. Oleh karenanya, harus diadakan penyiangan yang regular, berkelanjutan dalam proses kegiatan perpustakaan. Untuk melaksanakan penyiagan, Carter (1974. p. 1969 )menyarankan kategori buku yang dianggap bisa disiang :
- duplikasi judul, buku ini terbeli karena banyaknya permintaan, dan sekarang tidak dimanfaatkan lagi
- edisi lama, di mana edisi yang baru telah ada dan perpustakaan tidak menginginkan nilai historisnya
- buku-buku yang telah rusak dan tidak mungkin untuk bisa dimanfaatkannya lagi
- buku-buku yang telah ketinggalan baik mengenai isi, bentuk maupun themanya
d.       Evaluasi
Evaluasi adalah komponen terakhir dalam proses pengembangan koleksi. Evaluasi bisa digunakan untuk pelbagai tujuan yang berbeda baik internal maupun eksternal perpustakaan. Agar evaluasi berjalan efektif, kebutuhan-kebutuhan masyarakat pengguna harus dipertimbangkan, yang pada akhirnya terkait dengan community analysis.
Evaluasi koleksi adalah kegiatan menilai koleksi perpustakaan baik dari segi ketersediaan koleksi itu bagi pengguna maupun pemanfaatan koleksi itu oleh pengguna. Tujuan dari evaluasi koleksi pada perpustakaan perguruan tinggi menurut dokumen "Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi" (2005) adalah:
1. Mengetahui mutu, lingkup, dan kedalaman koleksi
2. Menyesuaikan koleksi dengan tujuan dan program perguruan tinggi
3. Mengikuti perubahan, perkembangan sosial budaya, ilmu dan teknologi
4. Meningkatkan nilai informasi
5. Mengetahui kekuatan dan kelemahan koleksi
6. Menyesuaikan kebijakan penyiangan koleksi.
Walaupun tujuan yang disebutkan di atas untuk perpustakaan perguruan tinggi, namun materi tersebut bisa digunakan untuk perpustakaan jenis yang lain. Ada banyak kriteria untuk penentuan nilai dari sebuah buku atau keseluruhan koleksi,  sebagai contoh: secara ekonomi, moral, keagamaan, estetika, intelektual, pendidikan, politis, dan sosial. Nilai sebuah benda atau koleksi berfluktuasi tergantung pada ukuran mana yang digunakan. Mengkombinasikan beberapa ukuran adalah efektif sepanjang ada kesepakatan menyangkut bobot relatifnya. Banyak faktor-faktor subjektif berlaku dalam proses evaluasi yang harus dilalui sebelum mulai melaksanakan proses tersebut. Satu keuntungan bila sudah ditentukan tujuan dan kriteria nilai-nilai sebelumnya, sehingga interpretasi hasil bisa dilakukan dengan lebih mudah. Hal itu juga akan membantu memperkecil perbedaan dalam pemikiran tentang hasil-hasil.
Perpustakaan melakukan evaluasi untuk beberapa alasan, seperti:
- Untuk mengembangkan program pengadaan yang cerdas dan realistis berdasarkan pada data koleksi yang sudah ada
- Untuk menjadi bahan pertimbangan pengajuan anggaran untuk pengadaan koleksi berikutnya
- Untuk menambah pengetahuan staf pengembangan koleksi terhadap keadaan koleksi .
  
Berikut ini gambar Komponen-komponen Proses Pengembangan Koleksi:
( Ariyanto,Solihin:2010)
Penjelasan Gambar
l Lingkaran menunjukkan bahwa pengembangan koleksi ibarat lingkaran yang terus-menerus berkelanjutan selama perpustakaan dan pusat informasi eksis.
l Patron Community adalah kelompok orang yang mendapatkan pelayanan perpustakaan. Mereka bukan hanya pengguna aktif tetapi juga pengguna potensial.
l Ukuran panah dari patron community dlm collection development menunjukkan tingkat pemanfaatan pengguna sesuai masing-masing komponen.
Kebijakan pengembangan koleksi suatu perpustakaan yang baik memerlukan proses yang panjang dan berkesinambungan dari tahun ketahun berikutnya, sepanjang perpustakaan melakukan kegiatan dan dana pengembangannya tersedia. Untuk itu  pustakawan dan semua pihak yang terkait harus bekerja keras untuk merealisasikannya. Koleksi yang cukup dan imbang bagi kebutuhan pemakai perpustakaan tidak bisa diciptakan dalam waktu sekejap, tapi harus didukung oleh kegiatan perencanaan yang teratur dan terus menerus.
Perpustakaan tidak boleh  mengabaikan kegiatan perencanaan pengembangan koleksi. Karena  Pada prakteknya pengembangan koleksi perpustakaan merupakan rangkaian kegiatan pengadaan bahan pustaka, baik melalui pembelian, pertukaran maupun melalui hadiah. Semuanya diserahkan kepada para pustakawanan atas dasar hasil arahan, pendapat dan kebijakan pimpinan perpustakaan dan lembaga induknya secara global dengan  pedoman tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga  kebijakan tersebut jelas dan mudah dipahami dan  dapat diinterpretasikan oleh pustakawan dengan baik..
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan koleksi perpustakaan perguruan tinggi, antara lain ukuran koleksi dan perimbangan koleksi itu sendiri. Ukuran koleksi meliputi : kondisi dan kualitas kolesi; kuantitas pemakai; jumlah bidang studi; metode pengajaran; dan jumlah strata pendidikan di perguruan tinggi yang meliputi SO, S1, S2, dan S3 akan memerlukan koleksi perpustakaan yang lebih banyak dibandingkan dengan perguruan tinggi yang hanya melayani satu strata saja.
Disamping ukuran koleksi, perimbangan koleksi juga harus dipertimbangkan. Perimbangan meliputi subjek atau bidang ilmu yang dicakup bahan pustaka di dalam koleksi perpustakaan. Untuk menentukan perimbangannya bisa berdasarkan perbandingan antar jumlah individu kelompok pemakai yang dilayani dan pemakaian koleksi perpustakaan itu sendiri. Jumlah koleksi suatu bidang subjek akan berbanding lurus dengan jumlah individu kelompok pemakai yang dilayani di bidang subjek tersebut

D.  KESIMPULAN
Manajemen Koleksi atau Pengembangan Koleksi sama-sama bertujuan untuk bertujuan membangun koleksi yang kuat demi kepentingan pemakai perpustakaan. Kedua istilah ini mempunyai pengertian yang sama.Manajemen Koleksi merupakan istilah untuk pengembanngan koleksi yang digunakan di era digital.
Dalam menentukan kebijakan pengembangan koleksi diperlukan semua pihak yang berpartisipasi seperti :Komisi Perpustakaan, pustakawan dan para ahli di lingkungan perpustakaan serta lembaga induknya mempunyai tanggung jawab untuk merawatnya secara terus menerus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar